Sejarah Kerajaan Pajajaran, Masa Kejayaan, dan Peninggalan

Sejarah Kerajaan Pajajaran – Kerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan yang berdiri di wilayah Jawa Barat pada abad ke-13 hingga abad ke-16.

Sejarah-Kerajaan-Pajajaran,-Masa-Kejayaan,-dan-Peninggalan

Kerajaan ini mencapai masa kejayaan dengan adanya sistem pemerintahan yang kuat dan budaya yang kaya. Pajajaran diketahui memiliki peninggalan bersejarah yang memperkaya kehidupan masyarakatnya dalam berbagai aspek.

Sejarah Kerajaan Pajajaran

Menurut Ceritayoo, Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu kerajaan Hindu-Budha yang berpusat di Jawa Barat, khususnya wilayah Pakuan (Bogor). Oleh karena itu, kerajaan ini juga dikenal dengan sebutan Kerajaan Pakuan Pajajaran. Raja pertama dari kerajaan Pajajaran adalah Prabu Siliwangi dengan gelar Sri Baduga Maharaja .

Menurut Prasasti Sanghyang Tapak, Raja Sri Jayabhupati mendirikan sebuah kerajaan pada tahun 923 M di Pakuan Pajajaran. Setelah Sri Jayabhupati, takhta jatuh ke tangan Rahyang Niskala Wastu Kancana dengan pusat kerajaan berada di Kawali. Pada tahun 1475, kerajaan ini terpecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda yang diperintah oleh Susuktunggal dan Kerajaan Galuh yang dipimpin oleh Dewa Niskala. Pada tahun 1478, kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V), raja Majapahit, juga memengaruhi jalan sejarah di Jawa Barat.

Wilayah kerajaan Sunda Pajajaran meliputi wilayah barat pulau Jawa seperti Banten, Jakarta, Bandung, Sukabumi, dan Bogor. Sumber sejarah yang mencatat keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran adalah Carita Parahyangan, sebuah naskah yang berisi tentang tradisi Sunda pada masa kuno serta silsilah raja-raja Sunda.

Dalam naskah-naskah kuno nusantara, kerajaan ini sering juga disebut dengan Negeri Sunda, Pasundan, atau Pakuan Pajajaran. Menurut Prasasti Sanghyang Tapak, Kerajaan Pajajaran didirikan oleh Sri Jayabhupati pada tahun 923 M.

Masa Kejayaan Kerajaan Pajajaran

Masa-Kejayaan-Kerajaan-Pajajaran

Kerajaan Pajajaran mencapai masa kejayaannya pada era pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, yang memerintah dari tahun 1482 hingga 1521 M 1 Pada masa ini, kerajaan ini mencapai puncak keemasannya.

Selama masa kejayaannya, Kerajaan Pajajaran memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi Banten, Jakarta, Bandung, Sukabumi, dan Bogor Wilayah kerajaan ini terletak di Jawa Barat dan memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama dalam bidang pertanian. Pajajaran, yang berada di dataran rendah dan dikelilingi oleh Sungai Pepe dan Dengkeng, menjadi lumbung beras utama di Pulau Jawa.

Selain itu, Kerajaan Pajajaran juga memiliki jejak peninggalan berupa kitab, prasasti, dan tugu yang masih dapat dilihat hingga saat ini. Peninggalan ini merupakan bukti kejayaan dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh kerajaan ini.

Namun, pada tahun 1597, Kerajaan Pajajaran mengalami keruntuhan setelah diserang oleh Kesultanan Banten. Ini menandai berakhirnya masa kejayaan Kerajaan Pajajaran.

Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran, sebagai salah satu kerajaan Hindu-Budha di Jawa Barat, meninggalkan sejumlah peninggalan bersejarah. Berikut adalah beberapa peninggalan yang masih ada hingga saat ini:

Prasasti Sanghyang Tapak: Prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Citatih, Cibadak, Sukabumi. Prasasti ini mencatat pendirian Kerajaan Pajajaran oleh Sri Jayabhupati pada tahun 923 M.

Serat Babad Pajajaran: Naskah kuno ini berisi tentang silsilah raja di Kerajaan Pajajaran dan cikal bakal lahirnya kerajaan tersebut. Selain itu, naskah ini juga memuat kearifan dan keseharian masyarakat Sunda pada masa lampau .

Carita Parahyangan: Naskah yang dibuat pada akhir abad ke-16 ini menceritakan sejarah Sunda, mulai dari zaman Kerajaan Galuh hingga runtuhnya Kerajaan Pajajaran oleh Kesultanan Banten. Naskah ini juga memuat berbagai nama tempat yang masih ada hingga sekarang, seperti Ancol, Ciranjang, Cirebon, Gunung Galunggung, dan Kabupaten Kuningan.

Prasasti Rakryan Juru Pangambat: Prasasti ini ditemukan di Bogor dan sudah ada sejak tahun 923 Masehi. Juga Prasasti ini ditulis dalam bahasa Jawa Kuno dan Melayu, dan menceritakan tentang pengembalian kekuasaan raja Kerajaan Pajajaran.

Prasasti Perjanjian Sunda-Portugis: Prasasti ini berbentuk monumen batu dan ditemukan pada tahun 1918. Prasasti ini menggambarkan perjanjian antara Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Portugal

Nama-nama Raja Pemimpin Kerajaan Pajajaran

  • Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi (1482 – 1521 M) yang memerintah di Pakuan
  • Surawisesa (1521 – 1535 M) yang memerintah di Pakuan.
  • Ratu Dewata (1535 – 1543 M) yang memerintah di Pakuan.
  • Ratu Sakti (1543 – 1551 M) yang memerintah di Pakuan.
  • Ratu Nilakendra (1551-1567 M), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan Maulana Yusuf.
  • Raga Mulya (1567 – 1579 M) yang memerintah di Pandeglang.

Keruntuhan Kerajaan Pajajaran

Keruntuhan-Kerajaan-Pajajaran

Keruntuhan Kerajaan Pajajaran terjadi pada tahun 1579 M. Ada beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan kerajaan ini:

Serangan Kesultanan Banten: Salah satu faktor utama yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Pajajaran adalah serangan dari Kesultanan Banten. Pada tahun 1527, Kesultanan Banten dan Cirebon merebut Pelabuhan Sunda Kelapa, yang merupakan sumber pendapatan penting bagi Kerajaan Pajajaran. Serangan ini melemahkan Kerajaan Pajajaran dan membuka jalan bagi serangan-serangan selanjutnya .

Pengaruh Ajaran Islam: Penyebaran ajaran Islam di wilayah Pasundan juga berperan dalam keruntuhan Kerajaan Pajajaran. Pengaruh ajaran Islam membuat Prabu Siliwangi, raja terakhir Kerajaan Pajajaran, merasa terancam dan melakukan upaya pembatasan terhadap pedagang Muslim yang masuk ke wilayahnya. Namun, upaya ini tidak berhasil dan pada tahun 1570, Raja Banten, Maulana Yusuf, berhasil menaklukkan Kerajaan Pajajaran .

Kemunduran Politik dan Ekonomi: Selain serangan dari luar, kemunduran politik dan ekonomi juga berkontribusi terhadap keruntuhan Kerajaan Pajajaran. Perpecahan internal dan persaingan kekuasaan di antara keluarga kerajaan serta penurunan kekuatan ekonomi kerajaan dapat menjadi faktor yang memperlemah kerajaan tersebut.

Dengan serangan-serangan dari Kesultanan Banten, pengaruh ajaran Islam yang semakin kuat, dan kemunduran politik serta ekonomi, Kerajaan Pajajaran akhirnya runtuh pada tahun 1579 M. Ini menandai akhir dari kekuasaan Hindu di wilayah Parahyangan dan awal dari masa dinasti Islam di Jawa Barat

Peran Kerajaan Pajajaran dalam Sejarah Jawa Barat

Kerajaan Pajajaran memiliki peran penting dalam sejarah Jawa Barat. Sebagai salah satu kerajaan Hindu terbesar di wilayah tersebut, Kerajaan Pajajaran memberikan kontribusi dalam perkembangan budaya dan sejarah Nusantara.

Kerajaan Pajajaran didirikan pada tahun 923 M oleh Sri Jayabhupati dan memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi sekitar sepertiga hingga seperdelapan wilayah Pulau Jawa. Pusat pemerintahan kerajaan ini terletak di Bogor, Jawa Barat, seperti yang tercatat dalam peta Portugis. Wilayah kekuasaannya juga meliputi Jawa Tengah, Jakarta, dan sebagian Jawa Barat.

Selama masa kejayaannya, Kerajaan Pajajaran mencapai puncak keemasannya di bawah pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, yang memerintah dari tahun 1482 hingga 1521 M 2. Pada masa ini, kerajaan ini memiliki sistem politik feudal dan menganut agama Hindu Saiwa Peninggalan-peninggalan seperti prasasti Kawali dan Sanghyang Tapak juga menjadi bukti keberadaan agama Hindu dalam kerajaan ini.

Namun, pada tahun 1579 M, Kerajaan Pajajaran mengalami keruntuhan. Serangan dari Kesultanan Banten, pengaruh ajaran Islam yang semakin kuat, dan kemunduran politik serta ekonomi menjadi faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan kerajaan ini

Pentingnya Penelitian dan Pelestarian Warisan Kerajaan Pajajaran

  • Memahami Sejarah: Melalui penelitian, kita dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kebudayaan masa lalu dan nilai-nilai yang diwariskan dari Kerajaan Pajajaran.
  • Preservasi Budaya: Pelestarian peninggalan Kerajaan Pajajaran menjadi langkah penting untuk mempertahankan kekayaan budaya dan keunikan serta mendorong pengembangan sektor pariwisata.
  • Memperkuat Identitas: Menyadari warisan luhur dari Kerajaan Pajajaran membantu memperkuat rasa memiliki dan identitas sebagai warga Jawa Barat.

“Kerajaan Pajajaran telah memberikan pengaruh yang mendalam dalam perkembangan sosial, agama, dan budaya di Jawa Barat. Peninggalan kerajaan ini menjadi jejak berharga bagi generasi sekarang untuk mengenali dan menghargai warisan nenek moyang kita.”- storyups.com

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *