Tugu Monas – Mengenal Sejarah Landmark Ibu Kota Jakarta

Tugu Monas atau Monumen Nasional adalah salah satu bangunan ikonik di Jakarta. Monas selalu jadi daya tarik untuk para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang sedang berkunjung ke Ibu Kota Jakarta. Bangunan yang terletak di lahan sebesar 80 hektar itu sering kali di pakai sebagai pusat pendidikan, tempat wisata serta tempat untuk mengadakan acara kenegaraan.

Tugu-Monas-Mengenal-Sejarah-Landmark-Ibu-Kota

Sebagian orang mungkin hanya tahu monas sebagai landmark Jakarta, namun tidak banyak yang tahu akan sejarah di baliknya. Oleh karena itu, berikut ini sudah kami sediakan informasi tentang sejarah monas yang bisa anda simak Cerita’Yoo sampai selesai.

Sejarah Tugu Monas

Pencetusan ide untuk membangun Tugu Monas pertama kalinya di sampaikan oleh Presiden Soekarno. Dia memiliki keinginan untuk membangun sebuah bangunan monumen agar mengenang serta mengabadikan perjuangan dari bangsa Indonesia. Presiden Soekarno bahkan sudah menyiapkan tim panitia untuk mengurus pembangunan monumen tersebut, yang mana di namakan dengan tim Yuri.

Panitia yang di ketuai langsung oleh Soekarno tersebut bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mana berhubungan dengan pembangunan Monas. Termasuk untuk mengumpulkan biaya pembangunannya, yang mana harus di kumpulkan dari swadaya masyarakat sendiri.

Baca Juga : Tugu Pahlawan – Sejarah Berdirinya Monumen Di Surabaya

Tim panitia kemudian mulai melakukan perancangan dengan cara menggelar sayembara untuk mencari desain yang menunjukkan kepribadian Indonesia serta menimbulkan semangat kepahlawanan. Sayembara itu di selenggarakan sebanyak dua kali. Pertama, di gelar pada tanggal 17 Februari 1955 kemudian sayembara kedua di gelar pada tanggal 10 Mei 1960. Sayangnya hasil dari desain yang muncul masih belum memenuhi kriteria yang mereka inginkan.

Sehingga, Presiden Soekarno lalu menunjuk sejumlah arsitek yaitu Soedarsono, Ir. Rooseno dan Frederich Silaban untuk merancang ulang desain dari landmark Jakarta itu. Proses pembangunan monumen ini kemudian di mulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di atas sebuah lahan yang mana sebelumnya adalah lapangan sepakbola. Lapangan tersebut terletak di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Dari desain yang di buat oleh Frederich Silaban, pada bangunan dengan tinggi 132 meter ini akan di buat sejumlah ruangan. Di antaranya ruang penghormatan, museum, serta ruang pameran. Pembangunan Monas kemudian di bagi jadi tiga tahapan. Yaitu tahap pertama (1961 sampai 1965), kedua (1966 hingga 1968), dan tahap ketiga (1969 sampai 1976). Beruntungnya pembangunan Monas berakhir sebelum masa periode tahap ketiga terakhir. Monas lalu di buka untuk umum usai di resmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 12 Juli 1975.

Makna Dari Bangunan Monas

Tugu-Monas-Mengenal-Sejarah-Landmark-Ibu-Kota-Jakarta

Tugu Monas di bangun tidak hanya sebagai tempat rekreasi. Namun bangunan ini di dirikan dengan menyimpan sejumlah makna yang ada di baliknya. Di mana berkaitan erat dengan perjuangan bangsa Indonesia demi mencapai kemerdekaannya.

Bangunannya yang menjulang dengan tinggi sekitar 132 meter ini memiliki makna sebagai semangat kebangsaan yang sangat tinggi dari masyarakatnya. Lalu api abadi yang ada di puncaknya di maknai sebagai semangat perjuangan serta ketahanan bangsa Indonesia dalam menghadapi beragam gangguan. Selain bangunan inti dari monumen tersebut, taman yang ada di sekitaran bangunan Monas juga mempunyai arti kehidupan. Serta keindahan alam yang terdapat di dalam wilayah Indonesia yang sangat jarang ditemukan pada tempat lainnya di seluruh penjuru dunia.

Itulah sekilas informasi tentang sejarah Monas yang adalah salah satu dari bangunan bersejarah di Jakarta storyups.com.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *