Candi Kidal – Sejarah Candi Peninggalan Agama Hindu Di Malang

Candi Kidal merupakan candi peninggalan dari agama Hindu yang berada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang pada Kabupaten Malang di Jawa Timur. Candi dari peninggalan Kerajaan Singasari ini di bangun untuk jadi bentuk penghormatan atas jasa besar dari Anusapati.

Candi-Kidal-Sejarah-Candi-Peninggalan-Agama-Hindu

Di mana Anusapati merupakan putra Ken Dedes serta Tunggul Ametung yang jadi raja kedua Singasari pada periode 1227 sampai 1248. Para sejarawan menyebut candi ini sebagai candi pemujaan yang paling tua di daerah Jawa Timur. Hal itu karena raja-raja sebelumnya hanya meninggalkan pemandian atau petirtaan.

Sejarah Candi Kidal

Menurut Pararton Cerita’Yoo, Candi Kidal sudah di bangun pada tahun 1248, usai Cradha atau upacara pemakaman dari Raja Anusapati. Tujuan di bangunnya candi ini yaitu untuk mendarmakan Anusapati supaya memperoleh kemuliaan sebagai Syiwa Mahadewa. Pembangunan dari Candi ini di perkirakan selesai di sekitar tahun 1260.

Baca Juga : Monumen Juang 45 – Monumen Bersejarah Yang Ada Di Malang

Usai terkuburnya lama, Sir Thomas Stamford Raffles kemudian menemukan Candi Kidal di awal abad ke-11saat di tugaskan di Jawa. Bangunan candi ini pernah dilakukan pemugaran pada tahun ke 1990-an agar mengembalikan keindahannya. Dulu fungsi dari Candi ini yaitu sebagai tempat persemayaman Raja Anusapati serta sebagai tempat pemujaan.

Relief Candi Kidal

Candi-Kidal-Sejarah-Candi-Peninggalan-Agama-Hindu-Di-Malang

Keunikan sekaligus dengan ciri khas Candi Kidal ada pada reliefnya, yang mana mengisahkan antara legenda Garudeya (Garuda) yang di pahatkan di kaki candi. Dalam kesusastraan Jawa kuno, ada mitos Garudeya yang sangat terkenal yaitu seekor garuda yang sukses membebaskan ibunya dari adanya perbudakan. Deengan tebusan berupa air suci amerta (air kehidupan). Konon katanya relief Garudeya pada Candi ini di buat agar memenuhi amanat Anusapati yang ingin meruwat ibunya yaitu Ken Dedes.

Relief cerita Garudeya yang ada pada candi ini bisa di baca dengan berjalan berlawanan arah jarum jam. Di mulai dari sisi bagian sebelah selatan. Relief pertama yaitu menggambarkan Garuda yang sedang menggendong tiga ekor ular besar lalu relief kedua melukiskan Garuda dengan kendi pada bagian atas kepalanya. Kemudian relief yang ketiga yaitu Garuda menyangga seorang perempuan (ibunya yang memiliki nama yaitu Winata). Berdasar dari relief Garudeya, ada banyak yang beranggapan bahwa Raja Anusapati sangatlah berbakti serta mencintai ibunya. Raja Anusapati juga ingin agar ibunya bisa lepas dari penderitaan serta nestapa salama hidupnya dan bisa menjadi suci kembali.

Itulah sejarah singkat dari candi kidal. Kunjungi storyups.com untuk dapatkan informasi lainnya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *