Sejarah Gedung Sate – Mengenal Wisata Bersejarah di Bandung

Sebagai landmark yang paling ikonik di Kota Bandung, sejarah Gedung Sate tentu saja akan sangat menarik untuk di bahas bersama. Desain Gedung Sate sendiri di rancang oleh tim yang di pimpin oleh Ir. J. Gerber, G. Hendriks, Eh. De Roo serta Gemeente van Bandoeng yang mana di pimpin oleh V.L. Sloors.

Sejarah-Gedung-Sate-Mengenal-Wisata-Bersejarah-di-Bandung

Gedung Sate merupakan salah satu gedung yang paling terkenal di Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan ini sudah jadi landmark penting serta sebagai tujuan wisata untuk sebagian besar orang. Tetapi, tahukah anda tentang sejarah Gedung Sate? Jika belum maka simak ulasan berikut. Yang mana sudah Cerita’Yoo sediakan beberapa hal penting yang wajib anda ketahui tentang gedung sate.

Asal Usul Gedung Sate

Gedung Sate sudah di bangun sejak tahun 1920-an oleh Pemerintah Hindia Belanda yaitu sebagai kantor gubernur jenderal. Tetapi, setelah Indonesia merdeka, gedung ini lalu jadi kantor Gubernur Jawa Barat. Gedung ini juga di bangun oleh arsitektur Art Deco yang sangat terkenal pada masa itu.

Nama Gedung Sate

Banyak sekali orang yang bertanya-tanya, kenapa gedung ini bisa di namakan sebagai Gedung Sate? Hal itu karena nama ini berasal dari ornamen atap, yang mana terbuat dari bahan besi yang menyerupai tusuk sate. Ornamen ini juga jadi ciri khas Gedung Sate serta menjadi alasan mengapa gedung ini dapat dinamakan seperti itu.

Baca Juga : Museum Lubang Buaya – Sejarah Museum Pancasila Sakti

Arsitektur Gedung Sate

Sejarah-Gedung-Sate-Wisata-Bersejarah-di-Bandung

Gedung Sate telah di rancang oleh dua orang arsitek Belanda yaitu F.P.J. Stemvers serta J. Gerber. Arsitektur gedung ini sangat unik karena menggabungkan sejumlah gaya arsitektur yang sangat berbeda. Sebut saja seperti gaya Eropa, Indonesia serta Timur Tengah. Gedung Sate juga mempunyai tiga menara yang tingginya mencapai hingga 30 meter.

Fungsi Gedung Sate

Sejak awal di bangun, Gedung Sate sudah mempunyai banyak fungsi. Selain di jadikan sebagai kantor gubernur, gedung ini juga pernah jadi sekolah, pusat intelijen, sampai dengan tempat penyimpanan senjata. Kini, Gedung Sate memiliki fungsi sebagai kantor Gubernur Jawa Barat serta juga di jadikan pusat kegiatan budaya dan seni.

Renovasi Gedung Sate

Pada sejarahnya, Gedung Sate sudah mengalami renovasi selama beberapa kali. Renovasi terakhir kali di lakukan pada tahun 1986 serta memakan waktu sampai 1990. Pada renovasi tersebut, Gedung Sate memperoleh beragam perbaikan serta perubahan. Tetapi, desain serta ornamen asli dari Gedung Sate masih tetap di pertahankan.

Itulah sejumlah poin penting tentang Gedung Sate. Gedung ini adalah salah satu warisan bersejarah yang harus terus di jaga serta lestarikan. Tidak hanya itu, Gedung Sate juga jadi bukti adanya keberagaman arsitektur yang terdapat di Indonesia. Untuk anda yang belum pernah mengunjungi Gedung Sate, jangan pernah ragu untuk berkunjung dan merasakan keindahannya storyups.com.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *