|

Misteri Gunung Ungaran Yang Menjadi Makam Prabu Dasamuka

Misteri Gunung Ungaran berkaitan dengan kisah pewayangan Ramayana. Konon, Prabu Dasamuka adalah raja raksasa yang menculik Dewi Sinta, istri dari Rama.

Misteri Gunung Ungaran Yang Menjadi Makam Prabu Dasamuka

Rama kemudian dibantu oleh Hanoman, raja kera, untuk menyerang kerajaan Dasamuka dan membebaskan Dewi Sinta. Dalam pertempuran sengit, Dasamuka tidak bisa dikalahkan karena memiliki kesaktian yang luar biasa. Hanoman akhirnya menimbun Dasamuka dengan gunung raksasa yang sekarang disebut Gunung Ungaran. Hanoman sendiri berdiam di Gunung Telomoyo untuk mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit.

Mitos ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat setempat, yang menganggap Gunung Ungaran sebagai makam Dasamuka. Di lereng gunung, di antara jajaran candi Gedong Songo, terdapat kawah berbau belerang yang diyakini sebagai tempat Dasamuka dikubur. Masyarakat setempat juga percaya bahwa membawa minuman keras ke Gunung Ungaran akan membangkitkan nafsu Dasamuka, karena dia suka mabuk. Oleh karena itu, ada pantangan untuk tidak membawa minuman keras ke Gunung Ungaran.

Prabu Dasamuka Raja Raksasa Super Sakti

Dalam kisah Ramayana, Misteri Gunung Ungaran diceritakan bahwa Prabu Dasamuka Di cerita Gunung Ungaran adalah salah satu seorang raja raksasa super sakti yang kesaktiannya di atas rata – rata para dewa di kahyangan. Ia dikisahkan sebagai seorang pemuja Dewa Siwa yang taat. Karena ketaatannya, saat Prabu Dasamuka meminta agar diberi kesaktian yang melebihi para dewa dan tidak ada dewa yang mampu mengalahkannya.

Permintaannya itu pun dikalahkan. Selain sangat sakti. Prabu Dasamuka Di Gunung Ungaran juga memiliki ilmu Pancasona yang membuatnya hidup abadi. Sebab, selalu bersikap angkara murka. Maka, para dewa berniat mengalahkannya. Caranya adalah dengan mengutus Dewa Wisnu untuk menitis menjadi manusia.

Titisan Dewa Wisnu ini bernama Sri Rama Wijaya. Di bagian akhir dari kisah ramayana versi Jawa ada yang menyebutkan bahwa karena tidak bisa dibunuh meski telah dihujani dengan beragam senjata. Akhirnya Sri Rama menggunakan panah saktinya. Akibat daya kesaktian dari panah sakti Sri Rama ini membuat tubuh Rahwana berserakan.

Pada masa hidupnya konon Dasamuka gemar minum minuman keras hingga siapapun yang datang ke Gunung Ungaran dengan membawa minuman keras akan membangkitkan nafsu Dasamuka. Hal ini membuat masyarakat setempat (dulu) tidak berani minum minuman keras di areal Candi Gedong Songo.

Dasamuka yang tertimbun hidup- hidup di dasar gunung Ungaran setiap hari mengeluarkan rintihan berupa suara menggelegak yang sebenarnya berasal dari sumber air panas yang terdapat di situ. Mencium aroma miras erangan Dasamuka makin menjadi-jadi, ditandai sumber air panas makin menggelegak. Kalau sampai tubuh Dasamuka bergerak-gerak bahkan bisa menimbulkan gempa kecil.

Sri Rama Mengutus Hanuman

Sebelum tubuh Rahwana ini menyatu kembali. Sri Rama mengutus Hanuman untuk menimbun tubuh Rahwana dengan menggunakan Misteri Gunung Ungaran. Setelah itu Sri Rama berpesan untuk membangun candi di atas gunung Ungaran. Tujuan didirikannya candi ini adalah untuk meredam kekuatan dan pengaruh buruk dari Rahwana. Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan masih tergolong aktif aktif. Masyarakat setempat meyakini ada makam Dasamuka di lereng gunung tersebut, tepatnya di antara jajaran Candi Gedong Songo yang terdapat kawah berbau belerang. Kawah belerang inilah yang diyakini sebagai makam Dasamuka.

Prabu Dasamuka atau Prabu Rahwana, adalah tokoh dalam kisah Ramayana yang merupakan putra Resi Wisrawa dengan Dewi Sukes, yang hidupnya bertentangan dengan Rama atau Tuhan dalam kisah tersebut. konon Prabu Dasamuka adalah karakter yang suka mabuk karena minuman keras (miras), lalu oleh Hanoman, Dasamuka dikubur di kawah saat perang besar merebutkan Dewi Sinta, seperti dalam kisah Ramayana. Dalam perang tersebut, Dasamuka yang sakit tidak bisa mati meski diserang dengan berbagai senjata oleh Rama.

Konon Dasamuka yang suka mabuk dikubur di kawah ini oleh Hanoman dalam perang besar memperebutkan Dewi Sinta seperti dalam kisah Ramayana. Dalam perang itu, Dasamuka yang sakti tidak bisa mati meski diserang dengan berbagai senjata oleh Rama.

Melihat itu Hanoman yang anak dewa itu kemudian mengangkat sebuah gunung untuk menimbun tubuh Dasamuka. Jadilah Dasamuka tertimbun hidup-hidup oleh gunung yang kemudian hari disebut sebagai gunung Ungaran. Hanoman sendiri kemudian berdiam di Gunung Telomoyo di Magelang untuk mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit. Dasamuka bisa bangkit jika mencium bau minuman keras.

Larangan Para Pendaki Tidak Bolah Membawa Minuman Keras

Candi yang dibangun di atas gunung Ungaran ini bernama Candi Gedhong Songo. Selain diyakini untuk menimbun Rahwana.Di gunung Ungaran ada larangan yang mengatakan bahwa para pendaki dilarang membawa minuman keras. Sebab, ada keyakinan masyarakat yang menyatakan bahwa apabila ada orang yang datang ke gunung Ungaran dengan membawa minuman keras.

Dikhawatirkan akan membangkitkan kembali Rahwana. Melihat itu, Hanoman yang merupakan anak dari dewa kemudian mengangkat sebuah gunung untuk menimbun tubuh Dasamuka. Jadilah Dasamuka tertimbun hidup-hidup oleh gunung yang kemudian gunung tersebut dikenal sebagai “Ungaran”

Hanoman kemudian berdiam di Gunung Telomoyo, Magelang, untuk mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit. Diceritakan juga, Dasamuka bisa kuat saat mencium bau tuak atau miras Cerita Yoo.

Pada masa hidupnya, konon Dasamuka gemar minum miras hingga siapapun yang datang ke Gunung Ungaran dengan membawa minuman keras akan membangkitkan nafsunya. Hal inilah yang membuat masyarakat jaman dulu tidak berani minum miras di area Candi Gedong Songo. Dasamuka yang tertimbun hidup-hidup di dasar Gunung Ungaran itu setiap hari mengeluarkan rintihan berupa suara menggelegar yang sebenarnya berasal dari sumber air panas yang terdapat di area kawah. Sumber air panas yang mengandung belerang itu akhirnya kini menjadi tempat mandi untuk menghilangkan beberapa penyakit kulit.

Saat mencium aroma miras, erangan Dasamuka makin menjadi-jadi yang ditandai sumber air panas semakin bergelora. Bahkan jika terjadi gempa kecil, masyarakat sekitar percaya bahwa gempa itu adalah amukan dari Dasamuka. Sumber air panas yang ada di kawah tersebut sering dikunjungi masyarakat yang ingin mandi dengan air belerang tersebut. Air dari kawah tersebut diyakini dapat menyembuhkan beragai penyakit kulit.

Baca Juga : Asal-usul Danau Maninjau

Pengalaman Mistis para Pendaki Gunung Ungaran

Selain di kawah belerang, banyak pengalaman mistis yang pernah pernah dialami oleh banyak pengunjung, khususnya para pendaki di Gunung Ungaran di beberapa spot yang ada di Gunung Ungaran. Salah satu pengalaman Misteri Gunung Ungaran dialami seorang pendaki saat itu sedang beristirahat dari pendakian di pos II lalu terdengan suara gaduh rombongan. Pendaki ini berpikir mungkin suara gaduh ini berasal dari rombongan lain yang akan ke puncak Gunung Ungaran.

Setelah lebih dari 30 menit, tidak ada segerombolan yang datang dan suara riuh gerombolan tiba-tiba hilang tergantikan dengan senyap malam. Pos II di Gunung Ungaran atau yang dikenal sebagai pos kolam renang yang dikenal angker. Konon dipercaya, pos ini terdapat ‘penunggu’ wanita. Karena pos ini dikenal mistis, banyak pendaki yang enggan untuk beristirahat di pos tersebut, meskipun waktu siang hari. Para mendaki lebih memilih untuk mendaki beberapa meter lagi, ketimbang harus beristirahat di pos II tersebut. storyups.com

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *