|

Alas Baluran – Tempat Paling Terkenal Akan Keangkerannya

Alas Baluran adalah sebuah hutan yang terletak di kawasan Taman Nasional Baluran di Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Alas-Baluran-Tempat-Paling-Terkenal-Akan-Keangkerannya

Hutan ini memiliki luas sekitar 250 hektar dan merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, seperti banteng, rusa, kera, burung, dan tumbuhan tropis. Alas Baluran juga memiliki keunikan berupa pemandangan savana yang mirip dengan Afrika, sehingga di sebut juga sebagai “Little Africa” di Jawa.

Selain keindahan alamnya, Alas Baluran juga menyimpan kisah mistis yang menarik. Konon, hutan ini di huni berbagai makhluk halus yang menjadi penjaga dan pelindungnya. Ada beberapa aturan tak tertulis yang harus di ikuti oleh para pengunjung, jika melanggar maka akan mendapat hukuman atau gangguan dari makhluk halus yang ada di sini.

Berbagai Kisah Mistis Alas Baluran

Hutan ini memiliki keindahan alam yang menarik, tetapi juga menyimpan berbagai kisah mistis yang sering di ceritakan oleh masyarakat sekitar. Berikut ini adalah beberapa kisah mistis Alas Baluran yang dipercayai warga setempat:

Berbagai-Kisah-Mistis-Alas-Baluran

1. Jurang Tangis

Cerita tentang gadis yang menunggu kekasihnya datang dan justru di dorong masuk jurang oleh kekasihnya itu sendiri. Konon, arwah gadis itu masih menghuni jurang ini dan sering muncul di tepi jalan.

Cerita tentang suara anak kecil yang meminta sopir untuk berhenti di tengah hutan. Konon, suara itu berasal dari arwah anak kecil yang meninggal di hutan tersebut. Ada sebuah kisah yang viral di media sosial pada tahun 2020, yang menceritakan pengalaman horor seorang pengguna Twitter saat melewati Alas Baluran bersama keluarganya dan mendengar suara itu.

Konon, jurang ini merupakan tempat pembuangan mayat-mayat korban peristiwa 1965 yang jumlahnya ribuan. Masyarakat sekitar percaya bahwa jurang ini masih berhantu dan sering menangis pada malam hari. Ada juga yang mengatakan bahwa jurang ini menjadi tempat tinggal siluman kera yang menjadi penjaga hutan.

2. Siluman Kera

Menurut mitos, hutan ini di huni oleh siluman kera yang memiliki kekuatan gaib dan bisa berubah bentuk. Siluman kera ini menjadi pelindung hutan dari orang-orang yang berniat jahat atau tidak sopan. Ada beberapa aturan tak tertulis yang harus di ikuti oleh pengunjung, seperti tidak boleh melewati hutan saat maghrib, tidak boleh mengambil atau merusak apa pun di dalam hutan, dan tidak boleh berbuat jahat atau tidak sopan di hutan. Jika melanggar, maka akan mendapat hukuman atau gangguan dari siluman kera.

3. Anak Kecil

Ada sebuah kisah yang viral di media sosial pada tahun 2020, yang menceritakan pengalaman horor seorang pengguna Twitter saat melewati Alas Baluran bersama keluarganya. Saat di dalam bus malam, ia mendengar suara anak kecil yang meminta sopir untuk berhenti di tengah hutan. Suara itu terdengar berulang-ulang, tetapi tidak ada anak kecil yang terlihat di dalam bus. Ia kemudian mengetahui bahwa suara itu berasal dari arwah anak kecil yang meninggal di hutan tersebut.

3 Mitos Alas Baluran

Di Alas Baluran ini terdapat berbagai mitos yang beredar dan sekaligus di percayai oleh para penduduk Alas Baluran, mereka percaya dengan kejadian-kejadian yang di alami berbagai orang di Alas Baluran ini merupakan gangguan makhluk tak kasat mata ataupun orang tersebut mendatangi tempat yang di larang. Berikut di bawah ini kami akan memberirtahukan 3 mitos di Alas Baluran:

3-Mitos-Alas-Baluran

1. Bak Manting

Bak Manting di Alas Baluran adalah sebuah sumber air alami yang terletak di dalam hutan Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur. Sumber air ini diyakini sebagai tempat mengambil air minum oleh Mbah Cungking, seorang sesepuh yang memiliki kemampuan gaib dan menjadi penjaga hutan.

Bak Manting juga merupakan salah satu tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat sekitar, karena berhubungan dengan mitos siluman kera yang juga menjadi pelindung hutan. Setiap tanggal 1 Suro, masyarakat sekitar melakukan ritual di Bak Manting bersamaan dengan ritual di petilasan Mbah Cungking dan Datuk Syah, yang merupakan makam sesepuh lainnya di hutan tersebut.

2. Mbah Cungking

Mbah Cungking adalah seorang sesepuh yang di kenal sebagai pertapa yang sakti dan bijak. Beliau menjadi sosok penting bagi masyarakat sekitar Alas Baluran, karena beliau mengajarkan tentang kehidupan dan cara melestarikan hutan. Masyarakat percaya bahwa Mbah Cungking tidak meninggal, tetapi hanya muksa, yaitu menghilang dari dunia tanpa meninggalkan jasad.

Di hutan Alas Baluran terdapat sumber air alami bernama Bak Manting yang di percaya sebagai tempat Mbah Cungking mengambil air minum. Sumber air ini di percaya dapat membuat awet muda sehingga banyak orang yang datang untuk mencicipinya.

Bak Manting juga merupakan salah satu tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat sekitar, karena berhubungan dengan mitos siluman kera yang juga menjadi pelindung hutan. Setiap tanggal 1 Suro, masyarakat sekitar melakukan ritual di Bak Manting bersamaan dengan ritual di petilasan Mbah Cungking dan Datuk Syah, yang merupakan makam sesepuh lainnya di hutan tersebut.

3. Tidak bisa melewati Maghrib

Mitos tidak boleh lewat saat Maghrib di Alas Baluran adalah salah satu kisah mistis yang beredar di masyarakat sekitar hutan tersebut. Menurut mitos ini, saat sore menjelang Maghrib, area Alas Baluran menjadi berbahaya, karena makhluk gaib yang bersemayam di sana sering menampakkan diri. Ada juga yang mengaitkan mitos ini dengan sejarah Jurang Tangis, tempat pembuangan mayat-mayat korban peristiwa 1965.

Beberapa orang yang pernah melewati Alas Baluran saat Maghrib mengaku mengalami hal-hal aneh, seperti mendengar suara anak kecil meminta berhenti, melihat sosok-sosok tak kasat mata, atau merasakan aura negatif yang sangat kuat. Namun, ada juga yang tidak percaya dengan mitos ini, dan menganggapnya sebagai Ceritayoo yang di buat-buat untuk menakut-nakuti orang. Mereka berpendapat bahwa Alas Baluran adalah hutan biasa yang tidak ada bedanya dengan hutan lainnya.

Berbagai Kejadian di Alas Baluran

Alas Baluran, taman nasional di Jawa Timur yang terkenal dengan keindahan alamnya, juga menyimpan cerita-cerita mistis dan kejadian-kejadian aneh yang menimpa para pejalan. Berikut beberapa di antaranya:

Berbagai-Kejadian-di-Alas-Baluran

1. Penampakan Sosok Gaib

Banyak pendaki yang mengaku melihat sosok gaib di Alas Baluran, seperti wanita berbaju putih, orang tua berjubah, dan anak kecil. Penampakan ini biasanya terjadi di tempat-tempat tertentu, seperti di sekitar Gua Jepang, Air Terjun Sedudo, dan Bekol.

2. Suara-Suara Aneh

Suara-suara aneh seperti tangisan, tawa, dan teriakan sering terdengar di malam hari di Alas Baluran.
Kejadian ini konon berasal dari para arwah yang gentayangan.

3. Tersesat

Banyak pendaki yang tersesat di tempat ini, meskipun mereka sudah mengikuti jalur yang benar. Konon, ini disebabkan oleh ulah makhluk halus yang ingin menyesatkan mereka.

4. Kehilangan Barang

Kehilangan barang juga sering terjadi di tempat ini. Barang-barang yang hilang biasanya tidak di temukan kembali, meskipun sudah dicari di mana-mana.

5. Kecelakaan

Kecelakaan, seperti terjatuh dari tebing atau terserang binatang buas, juga pernah terjadi di tempat ini. Konon, kecelakaan ini di sebabkan oleh ulah makhluk halus yang ingin mencelakai para pejalan.

6. Pengalaman Mistis Lainnya

Selain kejadian-kejadian di atas, banyak pendaki yang juga mengalami kejadian mistis lainnya di tempat ini, seperti merasakan hawa dingin yang tiba-tiba, melihat bola api, dan di ikuti oleh makhluk halus.

Berbagai Larangan di Alas Baluran

Alas Baluran merupakan tempat misterius dan kramat, yang di mana telah di percaya oleh penduduk sekitar. Dan di tempat ini juga memiliki larangan yang tidak boleh di langgar ketika melintasi tempat ini, seperti:

  • Tidak boleh lewat saat Maghrib. Menurut mitos, saat sore menjelang Maghrib, area tempat ini menjadi berbahaya, karena makhluk gaib yang bersemayam di sana sering menampakkan diri. Ada banyak kisah mistis yang beredar di media sosial tentang pengalaman horor orang-orang yang melewati tempat ini saat Maghrib, seperti mendengar suara anak kecil meminta berhenti, melihat sosok-sosok tak kasat mata, atau merasakan aura negatif yang sangat kuat.
  • Tidak boleh mengambil tumbuhan, membawa kabur satwa, atau berburu. Alas Baluran adalah bagian dari Taman Nasional Baluran, yang merupakan kawasan konservasi alam. Oleh karena itu, pengunjung harus menghormati dan menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada di sana. Jika melanggar, bisa dikenakan sanksi hukum atau bahkan mendapat kutukan dari penjaga hutan.
  • Tidak boleh mengganggu petilasan Datuk Syah. Petilasan Datuk Syah adalah sebuah candi Hindu yang terletak di tempat ini, yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya Datuk Syah, seorang sesepuh yang memiliki kemampuan istimewa. Petilasan ini dianggap sakral oleh masyarakat sekitar, dan setiap tanggal 1 Suro, mereka melakukan ritual dengan memberikan sesaji. Pengunjung yang datang ke petilasan ini harus bersikap hormat dan tidak boleh mengusik atau merusak candi tersebut.

Tips untuk Berjalan di Alas Baluran

Bagi Anda yang ingin menjelajahi Alas Baluran, berikut beberapa tips untuk menghindari kejadian-kejadian mistis:

  • Jangan pergi sendirian.
  • Beritahu orang lain tentang rencana perjalanan Anda.
  • Jangan bermalam di tempat-tempat yang dianggap angker.
  • Jagalah sikap dan perilaku Anda.
  • Hormati adat istiadat setempat.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kejadian mistis di tempat ini. Kejadian-kejadian di atas hanyalah cerita-cerita yang beredar di masyarakat. Tidak ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan kebenarannya. Meskipun demikian, tetaplah berhati-hati saat menjelajahi Alas Baluran. Jagalah keselamatan diri Anda dan hormati alam sekitar.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berbagai informasi menarik kalian bisa klik link ini storyups.com.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *